Senin, 19 November 2012

Cahaya kita


Detik demi detik ku lalui
Namun tak jua cahaya itu ku temukan
Apakah kita tak dapat bersinar kembali ?

Ku tau aku salah
Keegoisanku yang meredupkan cahaya itu
Erangan amarah yang tlah memisau hatiku
Kesal dan gundah menuntunku pada kekecewaan

Sungguh...
Tak ada niatku meredupkannya
Meskipun cahaya lain hendak menyongsong
Kan kupertahankan cahaya redup yang lebih dulu ku bendung

Ku mohon jangan kau padamkan cahaya ini
Lantaran cahaya inilah satu-satunya yang dapat ku agungkan
Maafkan lenteramu yang mulai berkedip ini
Dan terangi kembali cahaya kita yang hampir padam

"Cahaya Kita"  _ Cita Amalia N.


1 komentar: